Koran Mandala – Sejumlah pemuda di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta aktif mengelola sampah rumah tangga di kampung mereka.

Para pemuda itu mengangkut sampah rumah tangga menggunakan becak motor (cator) bantuan dari desa setempat. Sampah tersebut kemudian dibuang ke lahan milik pemerintahan desa tak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Kita kelola sampah rumah tangga sekitar tahun 2022, inisiaf ini muncul agar tidak ada lagi masyarakat buang sampah sembarangan,” ujar pengelola sampah di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Sabtu 5 April 2025.

Bazar Ramadan, Cara Pemkab Purwakarta Tekan Harga Sembako Murah

Seiring berjalan waktu, sampah tersebut menumpuk menimbulkan bau tak sedap. Para pengelola terpaksa memberhentikan penarikan sampah untuk sementara waktu.

“Tak lama sejak kita kelola sampah mengajukan pembangunan TPS ke Pemda Purwakarta namun belum terealisasi. Pengangkutan sampah terpaksa kita berhenti dulu karena tempatnya sudah tidak memungkinkan,” kata dia.

Agar ada solusi, seorang warga Desa Mekarsari mengadukan persoalan ini ke Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen.

Pria akrab disapa Om Zein itu melalui Dinas Lingkungan Hidup langsung menerjunkan alat berat dan truk untuk mengangkut tumpukan sampah.

“Sampah hari ini kita angkut. Kita menerjunkan 8 truk dan 1 alat berat,” ujar Sekdis DLH Kabupaten Purwakarta, Kosasih saat ditemui di lokasi.

Kosasih mendorong kepengelola sampah bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Mekarsari mengajukan kembali pembangunan TPS, agar pengelolaan sampah lebih efektif bisa menghasilkan nilai ekonomi.

“Kita harus bisa memilah sampah menjadi organik dan non-organik. Mendaur ulang sampah non-organik menjadi bahan baku baru,” kata Kosasih.

Dengan begitu, lanjut Kosasih persoalan sampah akan tertangani dengan baik tanpa harus diangkut ke tempat pembuangan Cikolotok.




Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version