KoranMandala.com – Meskipun kata “ngabuburit” sangat populer selama bulan Ramadan, banyak orang tidak tahu asal-usulnya.
Ngabuburit berasal dari Bahasa Sunda, dari kata dasar burit, yang berarti sore atau petang.
Dalam Bahasa Sunda, kata-kata dasar juga diberi tabahan imbuhan nga-, yang menyebabkan pengucapan ulang.
Pemkot Bandung Perkuat Strategi Penanganan Sampah di HPSN 2025
Dengan demikian, kata burit berkembang menjadi ngabuburit dan akhirnya menjadi istilah yang terkenal.
Salah satu kata kerja “ngabuburit” berarti melakukan sesuatu untuk menunggu waktu sore.
Penggunaan Kata Ngabuburit
Penggunaan istilah “ngabuburit” sudah ada sejak lama, tepatnya saat kebudayaan Islam masuk ke tanah Sunda.
Pada awalnya, kegiatan ini hanya dilakukan oleh anak-anak dengan bermain permainan tradisional khas Sunda, tetapi kemudian semakin berkembang dan tidak lagi dilakukan oleh anak-anak.
Istilah “ngabuburit” mengacu pada upaya untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat dan kreatif.
Dengan munculnya media sosial, istilah “ngabuburit” semakin banyak orang gunakan, bukan hanya orang Sunda.
Menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan, banyak orang mengajak kerabat atau orang terdekat untuk ngabuburit.