Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Adam AS juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai ungkapan syukur atas pertemuannya kembali dengan Siti Hawa di Arafah setelah sekian lama terpisah saat keduanya turun ke bumi.
Ibadah puasa Nabi Adam AS menunjukkan betapa besarnya nilai spiritual yang terkandung dalam amalan ini, baik sebagai bentuk penghapusan dosa maupun ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Nabi Nuh AS
Terkenal sebagai salah satu nabi yang menjalankan ibadah puasa, terutama ketika berada di atas bahtera saat banjir besar melanda kaumnya. Dalam Tafsir Al-Thabari disebutkan bahwa beliau berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura) sebagai ungkapan syukur setelah kapalnya berlabuh dengan selamat di Gunung Judi.
Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa pada awal bulan Rajab, Nabi Nuh AS mulai menaiki kapalnya dan bersama para penumpang lainnya menjalankan ibadah puasa.
Kapal tersebut berlayar selama enam bulan hingga akhirnya berlabuh di Gunung Judi pada bulan Muharram, tepat pada hari Asyura. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Nuh AS berpuasa dan mengajak seluruh penumpang, bahkan hewan yang turut serta, untuk berpuasa.
Menurut riwayat yang mengutip dari Ibnu Majah dan penjelasan oleh Ibnu Katsir, Nabi Nuh AS menjalankan puasa sepanjang tahun kecuali pada dua hari raya. Hal ini mencerminkan keteguhan serta kesungguhan beliau dalam beribadah kepada Allah SWT.
Nabi Ibrahim AS
Terkenal sebagai bapak para nabi dan rasul, juga menjalankan ibadah puasa dalam kehidupannya. Salah satu peristiwa penting yang menggambarkan keteguhan imannya adalah saat beliau berpuasa menjelang hukuman bakar oleh Raja Namrud.
Ketika Raja Namrud memerintahkan pengumpulan kayu bakar untuk membakar Nabi Ibrahim AS, beliau tetap teguh dalam keimanan dan memilih berpuasa sebagai wujud ketaatan serta penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Dalam kondisi berpuasa, Nabi Ibrahim AS kemudian dilemparkan ke dalam kobaran api, namun atas izin Allah SWT, api tersebut menjadi dingin dan tidak membahayakannya.
Puasa Nabi Ibrahim AS mencerminkan ketakwaan, keteguhan hati, dan keyakinan yang mendalam terhadap pertolongan Allah SWT, terutama di saat menghadapi ujian berat dalam kehidupannya.