Jumat, 28 Februari 2025 23:54

Evaluasi Pilkada Serentak di Berbagai Daerah

Beberapa isu menarik dalam seminar nasional ini dilontarkan para narasumber, diantaranya tentang verifikasi faktual, penentuan peserta pemilih, indikasi kecurangan, politik uang, kampanye hitam, manipulasi surat suara, partisipasi masyarakat yang rendah, beban kerja berlebih untuk petugas TPS serta saksi, dan korban pemungutan suara ulang.

Dekan FISIP Universitas Yapis Jayapura Papua, Usman Pakasi menuturkan beberapa permasalah pilkada serentak di Papua, seperti kendala geografis, kendala logistik, hasil pemilu, dan juga pengawasan. “Akibat kendala-kendala tersebut, banyak petugas TPS yang tidak melakukan sumpah dan janji, tidak memberikan penyuluhan kepada pemilih, TPS yang digunakan tidak memenuhi standar, dan TPS yang jauh dari lokasi rumah sehingga partisipasi masyarakat untuk memilih menjadi rendah. Selain itu, ada indikasi ASN dan aparat mendukung calon tertentu, juga kampanye hitam untuk lawan politik berkaitan dengan SARA,” ujar Usman.

Berkaitan dengan partisipasi pemilih, Gede Wirata memperkuat pernyataan Usman, bahwa partisipasi pemilih di Provinsi Bali juga rendah. “Partisipasi pemilih di Bali sebesar 71,92%, masih berada di bawah target nasional 75%. Tertinggi di Tabanan 82,75% dan terendah di Denpasar sebesar 59,55%,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Apris Ara Tilome menyoroti keadaan kesehatan petugas TPS, termasuk mereka yang meningal dunia. “Ibaratnya pemilu serentak, mati serentak”, banyak yang berpikir bahwa ekonomi lebih berharga dari nyawa manusia. Nyatanya, selain petugas TPS, saksi juga banyak yang sakit dan meninggal, karena lelah, kurang persiapan kesehatan, beban kerja berlebih, dan faktor usia. Selain itu, jerih payah saksi juga tidak dibayar,” kata Apris.

Apris merekomendasikan untuk hentikan pemilu serentak, demi nyawa manusia. Ia juga memberikan solusi, yaitu pemisahan pemilu dalam beberapa tahap, peningkatan kesejahteraan bagi para petugas TPS, dan melaksanakan e-voting. Selanjutnya, pemerintah harus membatasi pendirian partai politik dan membubarkan partai politik yang tidak memenuhi ambang batas.

Narasumber lainnya, Dekan FISIPOL Universitas Islam Riau/Kriminolog, Kasmanto Rinaldi menjelaskan penyelenggaraan pilkada serentak nasional dalam perspektif kriminologi. Ia mengurai kompleksitas kejahatan dalam pilkada menjadi tiga bagian, pertama kejahatan sistemik berupa kelemahan sistem dan regulasi yang memungkinkan terjadinya pelanggaran dalam pilkada. Kedua, kejahatan individu sebuah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh individu, seperti pemilih yang menjual suaranya, dan terakhir, kejahatan terstruktur yaitu jaringan mafia politik yang terkoordinir dengan rapi untuk melakukan kecurang sistemik.

Menurut Kasmanto, yang harus dilakukan adalah penguatan regulasi, peningkatan transparansi, penguatan penegakan hukum, dan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengawal integritas pilkada.

Usai para narasumber menyampaikan paparannya, dilanjutkan sesi pembahasan, diskusi dan tanya jawab dengan pembahas Prof. Dr. Tati Sarihati, Dra., M.Si. (Dosen tetap Program Doktor Ilmu Pemerintahan UNLA) dan Assoc. Prof. Dr. Dewi Kurniasih, SIP., M.Si. (Dekan FISIP Unikom).

Dalam acara, Ketua Umum FK-DKISIP, memberikan piagam penghargaan kepada Rektor dan Dekan FISIP Unla, serta piagam penghargaan kepada Perwakilan Anggota Pemantau dan perwakilan Ketua Pengurus Pemantau Provinsi.

Harapannya, Seminar Nasional XXII ini dapat menghasilkan solusi konkret untuk perbaikan penyelenggaraan Pilkada di masa depan.

Pelantikan Pengurus Pusat dan Tamu dari Australia

Dalam rangkaian kegiatan yang digelar FK-DKISIP pada Kamis (27/2/2025) di Kampus Unla, selain seminar nasional tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak juga dilaksanakan acara Pengangkatan Pengurus Pusat FK-DKISIP Periode 2024-2028, Rakernas, dan penerimaan tamu dari Australia.

Pelantikan Pengurus Pusat FK-DKISIP dan Rakernas secara offline dan online ini diharapkan menjadi konsolidasi Pengurus Pusat FK-DKISIP untuk turut membangun pendidikan tinggi yang lebih berkualitas. Sedangkan kegiatan Rakernas fokus untuk membahas program kerja Pengurus Pusat FK-DKISIP masa tugas 2024-2028.

Pada akhir kegiatan, Pengurus Pusat FK-DKISIP menerima kunjungan tamu dari CEO Check IT Labs, Mr. Tihomir Kascelan beserta rombongan. Sambutan dan perkenalan dilakukan kedua belah pihak untuk dapat menjalin kerjasama dan sinergitas kedepan. *

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version