Koran Mandala – Ketika berusaha untuk tidur, seringkali pikiran mengisi kepala yang dapat semakin memperlambat proses tidur.
Mengutip dari Hindustan Times, meskipun gagasan-gagasan ini mungkin tampak tidak berbahaya.
Tetapi semua itu bisa berdampak besar dan menimbulkan kecemasan, stres, serta mengganggu ritme sirkadian tubuh dengan merusak pola tidur.
“Berpikir adalah tugas pikiran.” Namun, yang bisa kita lakukan adalah mengatur cara kita berinteraksi dengan pikiran-pikiran tersebut,” ungkap Siddhi Aiya, seorang psikolog dan pembina kebiasaan di Alyve Health.
Solusi Tidur Nyenyak
Psikolog itu kemudian merekomendasikan cara menulis menggunakan pena dan kertas untuk mengelola pikiran dan tidur dengan lebih nyenyak.
“Alih-alih berusaha menahan pikiran, cara yang berguna adalah mencatat semua yang muncul di pikiran Anda sebelum tidur.”
“Pemikiran sering kali bersifat pendengaran; semakin keras dan semakin berlebihan, semakin lama kita membiarkannya tanpa kontrol,” ujarnya.
Dengan mencatatnya, pengalaman pendengaran beralih menjadi pengalaman visual.
Dampak Melakukan Journalling
Perubahan ini sering kali mengurangi kekuatan pemikiran dan memberikan sudut pandang.