“Setan nangis kalau ada hamba Allah beristighfar, diampuni. Yang paling bikin sedih setan itu kan pengampunan Allah. Ibaratnya setan itu bertahun-tahun menggoda dan setan bergembira,” ujar Buya Yahya.
“Lalu pada akhirnya di bulan tersebut minta ampun kepada Allah. Setelah itu diampuni oleh Allah. Menangislah setan, menyesal, karena dia telah berjuang karena pada akhirnya umat ini bertaubat,” lanjutnya
Oleh karena itu, Buya Yahya mengimbau umat Islam untuk menjauhi perbuatan maksiat yang dapat menjerumuskan pada dosa setelah Ramadan, sehingga semakin melemahkan godaan setan.
Mengoptimalkan Kesempurnaan Ibadah Ramadan di Bulan Syawal
Buya Yahya menyampaikan bahwa selama bulan Ramadhan, umat Islam berfokus pada hubungan spiritual dengan Allah melalui berbagai ibadah. Sementara itu, di bulan Syawal, kesempurnaan ibadah tersebut diwujudkan dengan mempererat hubungan sosial antar sesama manusia.
“Bulan Syawal sejatinya terlihat kesempurnaan, setelah asyik ibadah di bulan Ramadan, di bulan Syawal kita menyambung hati dengan sesama manusia. Silaturahim untuk kesempurnaan. Kita saling memohon maaf, saling memberikan hadiah agar tertanam makna kecintaan di antara kita,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menyampaikan pesan penting bahwa dalam menjaga hubungan sesama manusia, kita harus selalu memperhatikan perintah Allah SWT. Seringkali, kita terjebak dalam rutinitas bersilaturahmi, namun lupa untuk menjaga kewajiban ibadah, seperti sholat.