Kemudian, dalam “Jejak Langkah” tokoh Minke melawan Pemerintah Kolonial dengan cara membangun organisasi dan pers.

Sementara dalam buku “Rumah Kaca” menceritakan tentang tokoh pengamanan yang memiliki tujuan untuk menguasai pribumi.

Selanjutnya, tetralogi lain yaitu “Arok Dedes”, yang terdiri dari “Arok Dedes”, “Mata Pusaran”, “Arus Balik”, dan “Mangir”.

Eks Guru Bomber Persib Bandung Siap Latih NEC Nijmegen?

Khususnya buku “Arok Dedes”, berisi roman politik yang menyoroti sejarah Jawa dengan pendekatan berbeda, terutama mengenai kisah Ken Arok dan Ken Dedes.

“Mangir” menceritakan kerjaan Mataram yang mencoba untuk mempertahankan takhta, seorang raja rela mengorbankan apapun.

Buku selanjutnya adalah “Nyanyi Sunyi Seorang Bisu”, sebuah memoar saat Pram menjadi tahanan politik di Pulau Buru.

Ini berisi catatan pengalaman pahitnya sebagai tahanan tanpa pengadilan yang tetap berjuang menulis dalam keterbatasan.

Selain itu, ada buku “Perburuan” yang menceritakan perjuangan seseorang pejuang melawan tentara Jepang, serta “Larasati”, novel yang menggambarkan kehidupan seorang perempuan di tengah revolusi pasca-proklamasi.

Itulah rekomendasi buku karya Pramoedya Ananta Toer dari Indah Nurbaeti.

Ia sangat merekomendasikan buku-buku Pram karena sarat akan nilai perjuangan, sejarah, dan kritik sosial. ***

1 2



Sumber: youtube.com

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version