3. Keterikatan yang semakin intens terhadap teknologi

Meskipun Generasi Z memiliki kecakapan tinggi dalam mengoperasikan teknologi digital, keunggulan ini berpotensi menjadi bumerang di dunia kerja. Ketergantungan pada teknologi modern dapat membatasi fleksibilitas mereka dalam menghadapi sistem atau metode kerja yang masih bersifat konvensional.

Di tengah pesatnya perkembangan era digital, tidak sedikit perusahaan yang tetap mempertahankan penggunaan teknologi tradisional, yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z.

4. Minimnya penguasaan keterampilan praktis dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja

Gen Z tumbuh di era digital yang memungkinkan mereka mengakses informasi dengan sangat mudah melalui internet. Kemudahan ini mendorong peningkatan pengetahuan secara teoritis. Namun, pengetahuan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, ketika berhadapan dengan tantangan seperti kerja tim, penyelesaian masalah, atau bekerja di bawah tekanan, mereka kerap mengalami kesulitan. Keterampilan lunak (soft skills) seperti kedisiplinan, manajemen waktu, dan komunikasi efektif belum banyak diajarkan secara eksplisit di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan mereka merasa kewalahan saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

5. Peningkatan Literasi Kesehatan Mental

Generasi Z terkenal sebagai kelompok yang sangat vokal dalam menyuarakan isu kesehatan mental. Mereka cenderung lebih terbuka dalam membicarakan permasalahan seperti stres dan kecemasan daripada generasi sebelumnya. Kesadaran ini mendorong Gen Z untuk lebih menghargai pentingnya menjaga kesehatan mental.

Ketika berada di lingkungan kerja yang kurang memperhatikan aspek kesehatan mental, produktivitas dan kualitas kerja mereka berpotensi menurun. Perbedaan nilai dan ekspektasi ini kerap kali menjadi alasan Gen Z memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang tidak sejalan dengan prinsip mereka.

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version