Koran Mandala -Generasi Z atau Gen Z, merupakan individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Mereka tumbuh dalam era digital dan menjadi generasi pertama yang sejak awal telah akrab dengan perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, ketika memasuki dunia kerja, Gen Z memiliki kecocokan yang tinggi terhadap bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi, baik dari segi keterampilan maupun pola pikir.

Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan isu mengenai Generasi Z yang dinilai kesulitan beradaptasi di dunia kerja. Meski tidak bisa digeneralisasi, stereotipe tersebut tentu tidak muncul tanpa alasan.

Generasi Z dan Milenial Terjebak Doom Spending

Sebuah survei bahkan mengungkap bahwa 60% Gen Z mengalami pemutusan hubungan kerja hanya dalam hitungan bulan sejak bergabung dengan perusahaan. Fakta ini cukup memprihatinkan, mengingat dampaknya berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahannya?

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang menyebabkan Generasi Z menghadapi tantangan dalam beradaptasi di lingkungan kerja:

1. Ekspektasi yang Berbanding Terbalik dengan Realita

Gen Z merupakan kelompok yang tumbuh di era digital dengan akses informasi yang serba cepat dan mudah. Kebiasaan memperoleh segala sesuatu secara instan membentuk ekspektasi tinggi terhadap berbagai hal, termasuk dalam lingkungan kerja.

Namun, dunia profesional tidak selalu menawarkan hasil yang instan, melainkan menuntut proses, ketekunan, dan adaptasi. Tantangan semakin kompleks ketika mereka berhadapan dengan struktur organisasi yang masih menerapkan sistem hierarki kaku, yang sering kali menjadi hambatan bagi Gen Z dalam menyesuaikan diri dan berkembang secara optimal.

2. Perbedaan Perspektif antara Nilai dan Prioritas

Memiliki nilai-nilai serta prioritas yang berbeda daripada generasi sebelumnya. Mereka cenderung mengutamakan keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal (work-life balance).

Konsekuensinya, komitmen terhadap kepentingan perusahaan terkadang tidak menjadi fokus utama, karena perhatian lebih diarahkan pada keseimbangan tersebut. Padahal, dalam dunia kerja, kemampuan untuk beradaptasi dengan budaya dan perilaku profesional merupakan aspek krusial yang tidak bisa diabaikan.

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version