Koran Mandala – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan terhadap uang pecahan baru meningkat di Kota Bandung. Namun, tidak semua masyarakat mendapatkan layanan penukaran resmi dari perbankan.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh para penyedia jasa penukaran uang di pinggir jalan, terutama di sepanjang Jalan Merdeka, yang menawarkan uang baru dengan tarif tertentu.

Dengan meningkatnya kebutuhan uang pecahan untuk tradisi Lebaran, banyak warga memilih menukar uang di tempat-tempat informal ini.

Telat Bergabung Dengan Persib Seusai Berlibur, Bojan Hodak : Saya Harus Operasi Mata

Tarif yang dikenakan bervariasi tergantung nominal dan kondisi uang. Salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Asep, mengungkapkan bahwa setiap penukaran senilai Rp100.000 dikenakan biaya Rp15.000 untuk uang pecahan lama dan Rp20.000 untuk uang pecahan baru.

“Kalau uang lama yang sudah disortir, tarifnya Rp15.000 per Rp100.000. Kalau uang baru, tarifnya Rp20.000 dan berlaku kelipatan,” ujar Asep kepada wartawan.

Indra, seorang pekerja di Bandung, mengaku memilih jasa penukaran uang di pinggir jalan karena sulit mendapatkan antrean resmi dari aplikasi Pintar Bank Indonesia.

“Saya selalu kehabisan antrean di aplikasi BI. Setiap kali berangkat kerja, saya melihat banyak penyedia jasa penukaran uang, jadi ini sangat membantu,” ungkap Indra saat menukar uang di salah satu titik penukaran.

Telah Kembali Berlatih Sejak Pekan Lalu, Igor Tolic Ungkap Tak Ada Kendala Dari Kebugaran Para Pemain Persib

Puncak permintaan penukaran uang baru diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, dengan pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 sebagai yang paling banyak diminati.

“Biasanya lonjakan mulai H-3 Lebaran. Dari kemarin juga sudah banyak yang menukar, dan pecahan Rp10.000 serta Rp20.000 paling dicari,” tambah Asep.

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version