“Pada akhirnya, saya perlu mencari cara untuk menyesuaikan pengeluaran, seperti mengurangi standar di beberapa aspek,” kata Yasmin, yang berasal dari Jakarta.
“Saya sebelumnya menempati kos dengan tarif Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan, sekarang saya pindah ke kisaran Rp1 juta sampai Rp2 juta agar dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain yang lebih penting,” ujarnya.
Melunasi Hutang
Menjadi Pencetak Goal Terbanyak di Persib, Tyronne Del Pino Bicara Mentalitas
Yasmin menggunakan sebagian dari uang THR-nya untuk melunasi utang, membeli pakaian baru dan kue Lebaran, serta menambah simpanan dana darurat.
Ia menyisihkan sekitar 10 persen dari uang THR untuk ditabung, agar bisa digunakan ketika ada keperluan mendesak.
Yasmin juga menyimpan sebagian uang THR untuk diberikan kepada orang tuanya, adiknya, dan keponakannya.
Mencari Penghasilan Tambahan
Berbeda dengan Cicin dan Yasmin, Immamatul Silfia (26) berusaha mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan lepas sebab gaji dari pekerjaan utamanya tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan bulanan.
Karena perlu mendukung kebutuhan keluarganya, jurnalis dari Tangerang Selatan itu mengambil beberapa pekerjaan sampingan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar, tambahan, dan tersiernya.
“Oleh karena itu, negosiasinya bukan dengan mengurangi pengeluaran, tetapi mencari sumber pemasukan tambahan agar kedua aspek tersebut dapat dipenuhi,” ujarnya.***