3. Kuliah Sambil Bekerja
Satu hal yang mungkin tidak banyak diketahui adalah bahwa Farhan harus membiayai kuliahnya sendiri karena orang tuanya mengalami kesulitan finansial.
Meskipun demikian, Farhan tidak menyerah dan memutuskan untuk menjadi pemasok sayuran bagi Pizza Hut. Selama bertahun-tahun, ia harus berjuang di pasar tradisional seperti Pasar Baru dan Andir untuk berbelanja, mengangkut barang, dan mengirimkannya ke Pizza Hut.
Ia menjalani pekerjaan ini dari tahun 1989 hingga 2004. Meskipun telah lulus kuliah, Farhan tetap melanjutkan perannya sebagai pemasok karena penghasilan yang diperolehnya cukup untuk membeli kendaraan dan rumah.
4. Berkontribusi dalam kemajuan Persib
Bekerja di Jakarta tidak memadamkan impian Farhan untuk kembali ke Bandung. Pada tahun 2009, saat fokus bekerja di Ibu Kota, seorang teman mengajaknya untuk menjadi pengawas sponsorship di Persib.
Tawaran ini diterimanya, dan ia pun berkesempatan bertemu dengan para petinggi Persib seperti Glen Sugita dan Erick Thohir. Sejak saat itu, Farhan diminta untuk berperan di balik layar Persib dan berinteraksi dengan komunitas pendukung Pangeran Biru.
Salah satu program yang diusungnya adalah menjadikan Persib sebagai klub profesional yang terlepas dari kepentingan politik. Pada tahun 2014, ia menjadi bagian dari manajemen Persib yang berhasil membawa tim ini meraih juara Liga Indonesia.
5. Jadi anggota DPR RI dan Walikota Bandung
Selama berada di Persib, Farhan sebenarnya pernah diajak oleh Ridwan Kamil untuk maju dalam pemilihan wali kota sebagai pendampingnya. Namun, ia menolak dan memilih untuk tetap berfokus di Persib.
Akhirnya, pada tahun 2017, Farhan mulai serius mencoba peruntungannya dalam pemilihan wali kota. Ia melakukan survei, tetapi sayangnya hasilnya tidak memuaskan. Merasa memiliki potensi untuk kalah dari calon lainnya, Farhan memutuskan untuk mundur dan bergabung sebagai tim kampanye Ridwan Kamil
Setelah itu, Farhan mendapatkan perhatian dari partai Nasdem untuk bergabung dan mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif. Tanpa ragu, Farhan memutuskan untuk ikut serta dan berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di Senayan dari daerah pemilihan Bandung dan Cimahi untuk periode 2019-2024.
Meskipun sudah menjabat di DPR, keinginannya untuk maju dalam pemilihan wali kota tetap ada, sehingga ia berani meluncurkan tagline ‘Farhan Calon Wali Kota Bandung 2024, Bandung Butuh Perubahan’.
Setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak, ia akhirnya berpasangan dengan Erwin, ketua PKB Bandung. Keduanya sepakat untuk mengusung tagline Bandung UTAMA dan berhasil memenangkan Pilwalkot Bandung 2024. ***
1 2