Koran Mandala –Oto Iskandar Dinata lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Hindia Belanda. Ia menempuh pendidikan di Kweekschool (sekolah guru) di Bandung dan kemudian menjadi guru di berbagai sekolah, termasuk di Taman Siswa. Kepeduliannya terhadap pendidikan dan kebangkitan rakyat membuatnya aktif dalam organisasi pergerakan.
Peran dalam Organisasi Perjuangan
Oto aktif di organisasi Paguyuban Pasundan, sebuah organisasi yang berorientasi pada kemajuan masyarakat Sunda. Di bawah kepemimpinannya, Paguyuban Pasundan berkembang pesat dan berperan dalam memperjuangkan hak-hak pribumi, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi.
Saatnya Mochtar Kusumaatmadja Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Selain itu, Oto juga terlibat dalam Volksraad (Dewan Rakyat) sebagai anggota yang vokal menentang kebijakan kolonial Belanda. Ia memperjuangkan hak-hak bumiputra dan menuntut otonomi yang lebih luas bagi rakyat Indonesia.
Peran dalam Proklamasi dan Awal Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Oto Iskandar Dinata diangkat sebagai Menteri Negara dalam kabinet pertama Republik Indonesia. Dalam jabatannya, ia bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas pemerintahan yang baru terbentuk serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat eksistensi negara yang masih muda.
Penculikan dan Kematian
Keberanian dan ketegasan Oto Iskandar Dinata dalam memperjuangkan kedaulatan negara membuatnya memiliki banyak musuh. Pada akhir tahun 1945, ia diculik oleh kelompok yang diduga dari laskar revolusioner yang tidak sepaham dengannya. Oto dibawa ke daerah Mauk, Tangerang, dan akhirnya dibunuh. Jenazahnya tidak pernah ditemukan, dan peristiwa ini menjadi salah satu episode tragis dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Warisan dan Penghargaan
Sebagai bentuk penghormatan, Oto Iskandar Dinata dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1973. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Bandung dan Jakarta. Julukan Si Jalak Harupat yang melekat padanya juga diabadikan sebagai nama stadion di Kabupaten Bandung.
Perjuangan Oto Iskandar Dinata mengajarkan tentang keberanian, integritas, dan pengorbanan dalam membela kepentingan rakyat dan negara. Ia adalah sosok yang pantas dikenang sebagai pahlawan yang mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.