Koran Mandala – Dedi Mulyadi, seorang politisi dari Partai Gerindra yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat untuk periode 2025-2030. Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini memimpin wilayah Tanah Pasundan bersama wakilnya, Erwan Setiawan.
Pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan maju dalam pemilihan gubernur Jawa Barat dengan dukungan dari partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang mencakup Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, serta partai non-parlemen.
Pasangan dengan nomor urut empat ini dinyatakan sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara, dengan total perolehan suara mencapai 14.130.192.
Dedi Mulyadi bukanlah wajah baru dalam dunia politik Jawa Barat. Sebelumnya, ia telah memenangkan Pilkada dan menjabat sebagai bupati, serta menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Lalu, apa saja fakta menarik lainnya tentang Dedi Mulyadi? Berikut adalah enam fakta mengenai Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat terpilih seperti dirangkum Koran Mandala :
1. Memiliki akun YouTube dengan 6,33 juta pengikut
Setelah itu, Dedi Mulyadi mulai aktif di media sosial, termasuk Instagram dan YouTube. Berbagai aktivitas sehari-harinya diunggah di akun pribadinya, mulai dari pertemuan dengan teman-teman lama, bertemu dengan guru SD-nya, hingga merenovasi rumah teman-teman yang kurang mampu.
Melalui konten-konten ini, sosok Dedi Mulyadi semakin disukai dan namanya terus dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa Barat. Salah satu momen paling mencolok adalah ketika Dedi terlibat langsung dalam memberikan
2. Terpilih sebagai Gubernur Jabar bersama putra pemilik Persib Bandung
Akhirnya, popularitas Dedi Mulyadi membawanya untuk kembali mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar melalui partai yang tergabung dalam KIM. Ketika diumumkan sebagai calon, Dedi belum menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya.
Namun, KIM menetapkan syarat bahwa wakil Dedi harus berasal dari Partai Golkar. Pada akhirnya, Dedi Mulyadi memilih Erwan Setiawan, yang merupakan putra dari Umuh Muchtar, pemilik tim sepak bola Persib Bandung.
Erwan adalah kader baru Partai Golkar, sebelumnya ia merupakan anggota Partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sumedang. Keduanya maju dalam Pilgub Jabar, dan selama kampanye, Dedi Mulyadi mengklaim menghadapi serangan terkait politik identitas dan isu SARA.
Meskipun demikian, KPU memutuskan bahwa mereka berdua memenangkan pemilihan dengan perolehan suara terbanyak dibandingkan tiga calon lainnya.
3. Sebelum Bergabung dengan Gerindra, Pernah Menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar
Dedi Mulyadi adalah sosok yang baru dalam Partai Gerindra, setelah sebelumnya menjadi kader Partai Golkar yang membawanya memasuki dunia politik,
Pria yang sering mengenakan ikat Sunda di kepalanya ini adalah seorang politisi dari Partai Golkar yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode, yaitu dari tahun 2008 hingga 2018.
Namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat. Pada periode pertamanya, Dedi Mulyadi berkolaborasi dengan Dudung Bachtiar Supardi, seorang birokrat di Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Selanjutnya, ia berpasangan dengan Dadan Koswara, yang juga berasal dari kalangan birokrat. Selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi berhasil menyelesaikan jabatannya tanpa hambatan berarti dan berhasil memajukan daerah tersebut, khususnya dalam aspek kebudayaan.
4. Memimpin Purwakarta selama dua periode
Pria yang sering mengenakan ikat Sunda di kepalanya ini adalah seorang politisi dari Partai Golkar yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode, yaitu dari tahun 2008 hingga 2018.
Popularitasnya semakin meningkat dan dikenal luas oleh masyarakat. Pada periode pertamanya, Dedi Mulyadi berkolaborasi dengan Dudung Bachtiar Supardi, seorang birokrat di Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Selanjutnya, ia berpasangan dengan Dadan Koswara, yang juga merupakan seorang birokrat. Selama masa kepemimpinannya, Dedi Mulyadi berhasil menyelesaikan jabatannya tanpa hambatan dan berhasil memajukan daerah, terutama dalam aspek kebudayaan.
5. Pernah mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar dan kalah suara dari Ahmad Syaikhu
Selama sepuluh tahun memimpin Kabupaten Purwakarta, namanya semakin dikenal oleh masyarakat. Pada tahun 2018, Dedi Mulyadi mencalonkan diri dalam Pilgub Jawa Barat sebagai calon gubernur mendampingi Deddy Mizwar, yang saat itu menjabat sebagai petahana.
Partai yang mengusungnya adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar. Namun, keduanya harus menerima kekalahan, dengan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum keluar sebagai pemenang.
Bahkan, perolehan suara Dedi Mulyadi jauh tertinggal dibandingkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Setelah kekalahan tersebut, Dedi Mulyadi maju sebagai calon anggota DPR RI dari Golkar dan berhasil terpilih. Ia kemudian menjabat sebagai pengurus pusat Partai Golkar untuk periode 2019-2024.
6. Dedi pernah mengalami masa-masa sulit, tidur di atas kain dan menahan rasa lapar selama tiga hari.
Di tengah kesuksesannya, Dedi membagikan cerita pahit dari masa lalunya kepada publik, ia mengungkapkan bahwa ia pernah merantau ke Purwakarta dari kampung halamannya di Subang.
Selama tinggal di sana, ia tinggal bersama kerabat di sebuah rumah yang hanya memiliki satu kasur. Dengan terpaksa, Dedi harus tidur di lantai yang beralaskan kain robek selama satu tahun tanpa memiliki bantal.
Gubernur Dedi Mulyadi Cabut Sertifikat di Sepadan Sungai
Politisi dari Gerindra ini merasakan ketidaknyamanan saat tidur dan lebih memilih untuk bermalam di masjid terdekat, yaitu Masjid At Taqwa Sindangkasih.
Saat menempuh pendidikan, ia aktif sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta dan sering menginap di sekretariat organisasi tersebut.
Untuk mengatasi rasa laparnya, ia biasa membeli mi instan dari penjual mi yang berada dekat sekretariat. Dedi bahkan sering kali harus berutang kepada penjual mi tersebut. ***