KORANMANDALA.COM – Pemilihan Presiden (Pilpres) memang baru berlangsung tahun depan. Tapi benih-benih kecurangan sudah mulai nampak.

Sinyalemen itu ditangkap Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Megawati merujuk pada putusan MK Nomor 90 terkait batas usia minimum capres-cawapres, sebuah putusan yang memberi karpet bagi Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Putri mantan presiden pertama itu menyebut kecurangan pemilu mulai terjadi.

Baca juga: Gelandang Garuda Muda Ji Da Bin Berharap Indonesia Tembus 16 Besar Piala Dunia U-17, Besok Kalahkan Maroko!

Mega sepertinya ragu kalau Pemilu 2024 akan berjalan sesuai kehendak bersama yaitu pemilu yang jurdil.

Pemilu yang berlangsung secara demokratis, jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, sepertinya jauh dari harapan.

Apalagi, presiden Jokowi sempat mengutarakan akan cawe-cawe. Pernyataan ini sempat diralat. Tapi kemudian diafirmasi bahwa dirinya akan cawe-cawe.

Baca juga: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak Kehilangan Dua Pilar karena Cedera

Maka wajar jika kita semua pesimis kalau pemilu akan jujur, netral dan demokratis.

Tanda-tanda akan terjadinya kecurangan dalam pemilu sudah sangat terang benderang di depan mata.

Ada banyak menteri yang terlibat langsung dalam tim sukses paslon.

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version