Koran Mandala -Jasamarga memberlakukan contraflow atas diskresi kepolisian di Tol Jagorawi arah Puncak. Kebijakan ini berlaku sejak pukul 06.35 WIB, Rabu 2 April 2025.

Contraflow diterapkan dari KM 43+500 hingga KM 46+500 untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisata dan silaturahim Lebaran. “Jasamarga mengimbau pengguna jalan mengatur rute perjalanan agar rekayasa lalu lintas bisa optimal,” kata Panji Satriya.

Jasamarga juga mengimbau pengguna jalan memastikan saldo kartu elektronik cukup sebelum berangkat. Langkah ini untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol.

Jasamarga Beri Diskon Tol 20 Persen untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian telah mengantisipasi lonjakan kendaraan. Hingga Selasa (1/4/2025), lebih dari 11,8 juta pemudik menggunakan kereta api.

Rekayasa lalu lintas seperti contraflow di Cikampek dan ganjil genap di jalur Puncak diterapkan atas diskresi kepolisian. Lonjakan wisatawan terjadi di Kebun Raya Cibodas, Tangkubanparahu, dan Pantai Sindangkerta.

Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyatakan arus mudik dan wisata sudah diprediksi sebelumnya. Pemerintah menyiapkan berbagai strategi menjaga kelancaran lalu lintas.

Jumlah penumpang di terminal bus mengalami penurunan. Terminal Tipe A mencatat 18.332 penumpang, turun 27,15 persen dari hari sebelumnya.

Pergerakan penumpang kereta api beragam. Daop I mencatat 21.951 penumpang komuter, turun 12,65 persen, sedangkan Daop II turun 6,18 persen menjadi 25.051 penumpang.

Namun, layanan kereta lokal meningkat 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang. Daop III mengalami kenaikan 16,44 persen menjadi 13.228 penumpang.

Sementara itu, Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat 17.878 penumpang, turun 22,66 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, turun 12,52 persen. Bandara Nusawiru hanya mencatat 28 penumpang tanpa penerbangan sebelumnya.

Lonjakan kendaraan terjadi di ruas tol utama Jawa Barat. Tol Cipularang mencatat kenaikan 70,69 persen kendaraan masuk dan 69,68 persen kendaraan keluar.

Ruas Tol Padaleunyi juga mengalami peningkatan. Jumlah kendaraan masuk naik 64,72 persen, sedangkan kendaraan keluar meningkat 67,04 persen.

Data traffic counting lidar pada 31 Maret 2025 menunjukkan penurunan kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat.

Jalur Pantura turun 2,7 persen, didominasi kendaraan roda dua sebesar 73,6 persen. Jalur Tengah turun 5,9 persen dengan roda dua mencapai 70,3 persen.

Jalur Selatan mengalami penurunan 4 persen, sedangkan Jalur Wisata turun 0,8 persen. Pemda Jawa Barat terus memastikan kelancaran arus balik.

Puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Dengan langkah strategis yang diterapkan, mobilitas masyarakat diharapkan tetap lancar.




Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version