“Paguyuban ini telah berdiri selama sembilan bulan dan terus berupaya memperkuat struktur organisasi. Kami juga mendorong penataan Rumah Adat atau Rumah Keramat agar dapat difungsikan sebagai museum guna menyimpan benda pusaka peninggalan KH Eyang Hasan Maolani yang kini masih tersebar di berbagai rumah ahli waris,” jelasnya.

Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan diharapkan menjadi momentum untuk semakin mengenalkan sejarah serta peran KH Eyang Hasan Maolani dalam perjuangan bangsa.***

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version