“Pendidikan tidak boleh menjadi beban finansial yang berlebihan bagi orang tua. Sekolah seharusnya lebih fokus pada kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi perkembangan akademik dan karakter siswa,” katanya.
Aspek lain yang menjadi perhatian Soni adalah faktor keselamatan siswa saat study tour. Ia menyoroti praktik beberapa sekolah yang memilih bus dengan biaya murah tanpa mempertimbangkan standar keamanan.
“Kita sudah sering mendengar kecelakaan yang menimpa rombongan study tour. Beberapa di antaranya bahkan menyebabkan korban jiwa. Hal ini karena pihak sekolah cenderung mencari transportasi dengan harga murah tanpa mengecek kelayakan dan keamanan kendaraan,” jelasnya.
Menurut Soni, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan di sekolah. Ia berharap kebijakan penghapusan study tour dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menghindarkan siswa dari bahaya yang tidak perlu.