KoranMandala.com -Kepemimpinan perempuan di tingkat Rukun Warga (RW) masih dianggap tidak lazim oleh sebagian masyarakat. Namun, Istiati Suryani berhasil membuktikan bahwa perempuan juga mampu menjadi pemimpin yang efektif di lingkungan tempat tinggalnya.
Istiati telah menjabat sebagai Ketua RW 06 Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, selama tiga periode sejak 2005 hingga 2017. Setelah vakum selama dua periode, warga kembali mempercayakannya untuk memimpin.
“Awalnya saya hanya tertantang, karena ada anggapan bahwa perempuan tidak bisa menjadi Ketua RW. Saya ingin membuktikan itu tidak benar,” ujar Istiati saat ditemui di Kantor RW 06, Kamis 27 Februari 2025.
Anggota DPRD Kota Bandung Indri Rindani Dorong Perempuan Mandiri Finansial dalam Seminar IPPNU
Pada pemilihan pertama tahun 2005, Istiati bersaing dengan empat laki-laki. Saat itu, para pesaingnya menawarkannya posisi sekretaris karena menganggap perempuan tidak cocok sebagai Ketua RW. Namun, hasil pemungutan suara berkata lain, Istiati menang dengan dukungan 75 persen warga.
Setelah terpilih, Istiati langsung berbenah. Tantangan besar di lingkungan Braga saat itu adalah banyaknya warga yang menganggur dan maraknya mabuk-mabukan.
“Saya memulai dengan pendidikan paket B dan C serta berbagai pelatihan keterampilan. Saya ingin membekali warga dengan keterampilan agar mereka bisa bekerja,” jelasnya.
Selain itu, Istiati juga aktif dalam kegiatan siskamling. Ia tak ragu turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan lingkungan.
“Dulu di awal kepemimpinan saya, banyak yang mabuk dan sering terjadi perkelahian. Sekarang, kondisinya jauh lebih baik,” ungkapnya.
Bagi Istiati, kepemimpinan perempuan di tingkat RW justru membawa keuntungan. Ia menilai, warga lebih nyaman berbicara dan mengadukan masalah mereka kepada seorang ibu dibandingkan pemimpin laki-laki.
“RW perempuan lebih bisa memahami persoalan warga karena sifat keibuannya,” pungkasnya.