Jumat, 28 Februari 2025 20:02

KoranMandala.com – Persaingan untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 semakin ketat. Indonesia yang sebelumnya bersaing dengan Uzbekistan, Tajikistan, dan Kirgistan kini mendapat tambahan pesaing baru, yaitu Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait.

Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi PSSI dalam upaya membawa turnamen bergengsi Asia ke tanah air.

UEA Jadi Saingan Berat bagi Indonesia

Ole Romeny Berpeluang Hadapi Frank Lampard di Championship

Kabar pencalonan UEA sebagai tuan rumah Piala Asia 2031 diumumkan pada Kamis (20/2/2025). Keputusan ini membuat perjalanan Indonesia dalam bidding semakin sulit.

Apalagi, UEA memiliki pengalaman sebagai tuan rumah Piala Asia pada 1996 dan 2019. Dengan rekam jejak tersebut, peluang mereka untuk kembali dipercaya oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) cukup besar.

Di sisi lain, Indonesia baru sekali menjadi tuan rumah Piala Asia, yakni pada 2007 bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSSI dalam meyakinkan AFC bahwa Indonesia siap menggelar turnamen secara mandiri.

Erick Thohir Tetap Optimistis

Menanggapi persaingan ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tetap menunjukkan optimisme. Ia mengakui bahwa UEA adalah pesaing kuat, namun tetap percaya diri bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memenangkan bidding ini.

“Sepertinya kita ada saingan satu lagi, UEA masuk. Nanti kita lihat apakah Indonesia diberi kesempatan atau tidak,” ujar Erick Thohir dalam acara Grand Launching Reksadana Trimegah Sepak Bola Merah Putih, Kamis (27/2/2025).

1 2



Sumber:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Penulis
Exit mobile version